Wednesday, 26 June 2019

Doa.

Subhanallah. Hebatnya kuasa doa. Berkat doa yang menemukan. Harapannya, moga dengan berkat doa juga akan menyatukan.

Aku masih lagi merenung takdir hari ini disebalik jendela hati. Terasa bagai mimpi. Ya Allah, layakkah aku terima?

Syukurku disulami air mata.

Terkenangkan empat tahun lalu. Air mata. Hati. Harapan. Hancur. Saat aku merasa aku hanya insan yang terlalu biasa dan tidak layak untuk menerima apa-apa. Aku tidak setanding dia. Tidak setanding mereka. Maka layaklah abu dari angan-angan yang aku terima.

Empat tahun berlalu bagaikan angin. Sakit yang aku tanggung hilang tanpa disedari. Air mata yang aku bazirkan dahulu, kering sendiri tanpa ada tangan yang menyeka di pipi. Memori terbang. Walau sesekali datang bertamu di laman perasaan, aku halaunya pulang. Sudahlah. Dia punya hidup baru yang diidamkan. Aku hanyalah bayangan yang mengganggu.

Aku sudah tidak punya apa-apa. Melainkan sekeping hati sendiri untuk dijaga. Nyata, terluka buat kali kedua amatlah menyakitkan dan menyiksa perasaan.


Tapi siapa tahu bukan. Rencana Allah itu terlalu indah.




Empat tahun.


Doa.


Terhenti.


Doa kembali.


Beberapa hari sebelum doaku menjadi nyata, aku doakannya sekali lagi setelah sekian lama terhenti. Setelah sekian lama hati telahpun mati.

Ku sangka doa hanya tinggal doa. Sekadar menjadi angan-angan yang berterbangan.

Rupanya, doa itu tumbuh mekar. Doa itu Allah dengar. Empat tahun Allah pintaku tunggu. Melihat sejauh mana keinginan dalam hatiku.

Hari ini Dia kembalikan. Doaku dahulu menjadi kenyataan.

Alhamdulillah ya Allah.

Sujud syukurku, segala puji-pujianku hanya untukMu.


Pesan aku titipkan di sini.

Buat kamu yang sedang membaca,
Hidupkanlah hari-hari mu dalam doa. Kau takkan kecewa. Kau akan temui bahagia. Sungguh, suatu hal yang harus kau percaya dan yakin, bahawa Allah itu السميع Yang Maha Mendengar setiap permintaan dan keinginan hamba-hambaNya.


Percaya.

Teruskan berdoa.

No comments:

Post a Comment